Blog

1500 Dompet ; Susah atau Berkah?

Masih lanjutan dari pertemuan pertama dompet koin. Sudah hampir dua minggu tak terasa ibu-ibu di Rawakalong terlibat dalam pembuatan dompet koin. “Seribu lima ratus mbak???” Respon ibu-ibu di awal pertemuan itu. Pesimis, ragu, bingung. Bagaimana tidak? 1500 merupakan jumlah yang cukup banyak untuk dikerjakan para ibu yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang. Meski begitu, sebagian ibu tetap berkontribusi dalam pembuatan dompet ini, “Daripada bengong mbak,” canda seorang ibu saat itu.

Tercatat ada 11 ibu yang bergabung dalam pengerjaan dompet kali ini. Hingga saat ini, 2 ibu menyatakan mengundurkan diri dalam project ini.

“Saya mundur aja ya mbak.. Gak sanggup… Maaf ya mbak, tapi karpet saya lanjut kok mbak,” ujar salah satu ibu sambil mengembalikan bahan baku pembuatan dompet.

Selang beberapa hari.

“Mbak, saya mundur juga ya… Anak saya nelen lemnya. Saya cuma meleng dikit doang mbak, eh ketelen,” ujar ibu sambil menggendong anaknya yang semalam tidak sengaja makan lem untuk pembuatan dompet.

Memang mengerjakan suatu kerajinan tangan kreatif bagi ibu-ibu desa ini menjadi tantangan yang cukup besar. Belum mengurus rumah, menyiapkan makanan, dan tentu menjaga anak-anak. Namun, menjadi suatu keberkahan yang tak ternilai jika akhirnya para ibu dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya dari hasil kerajinan tangan kreatif tersebut. Ini beberapa kisahnya.

‘Ngutang’, Nggak Tenang

Sebagian besar fenomena yang sering dijumpai, dalam kondisi terdesak untuk memenuhi kebutuhan, berhutang pada teman atau orang lain adalah salah satu jalan yang dapat membantu. Namun tidak bagi Bu Dwi. Ibu dari tiga orang anak ini mengaku sangat terbantu dengan mengikuti program pemberdayaan di Desa Quran. Karena dengan program ini beliau mempunyai skill untuk membuat berbagai macam kerajinan tangan, menjalin silaturrahim dengan tetangga, mengisi waktu luang, dan tentu saja dapat menghasilkan rupiah.

Hasil dari pengerjaan produk-produk tersebut, digunakan Bu Dwi untuk tabungan pendidikan sang anak dan mencukupi kebutuhan harian disaat suaminya belum gajian.

“Ya, enaklah pokoknya mbak, kan kalo dapat uang bisa buat bantu suami pas bulan tanggung. Maksudnya kalo tanggal tua suami belum waktunya gajian, tapi uang sudah menipis, ya saya bisa ngasih. Dan kalo ada kebutuhan mendadak kita ngga perlu bela-belain buat ngutang. Kalo ngutang, bikin saya nggak tenang”, ujar beliau.

 

Semangat Bumil, Hajar Bleh!

Lain cerita dengan Bu Tasminah atau yang lebih akrab dipanggil Mama Tio. Ibu muda yang dikenal paling rajin di kalangan ibu-ibu yang tergabung di program pemberdayaan Desa Quran. Dalam kesehariannya, Mama Tio dapat menghasilkan produk lebih banyak dan lebih cepat dari ibu-ibu lainnya dengan kualitas produk yang cukup baik. Dan tidak heran, jika ibu-ibu di Desa Quran menjadikan beliau sebagai teladan dan tolak ukur dalam membuat produk-produk di program pemberdayaan ini.

“Ya kalo kita baru ngerjakan satu, pas lihat Mama Tio udah tiga, jadi semangat buat ngejar gitu mbak. Haha”, timpal bu Dwi yang mengakui ketekunan Mama Tio.

Ketika ditanya tips menyelesaikan produk dengan baik, ibu hamil ini hanya mengatakan dengan malu-malu, “Saya mah pokoknya kerjaan cepet kelar, udah nggak ada beban”

Ditengah hamil mudanya kini, Mama Tio masih terus bersemangat mengerjakan produk-produk dengan dibantu suaminya. Dan hasilnya pun lumayan dapat membantu kebutuhan untuk menyekolahkan anaknya, untuk orang tua, bahkan dibelikan perhiasan untuk investasi pribadi.

Alhamdulillah, program pemberdayaan Desa Quran ini memiliki banyak manfaat bagi banyak pihak. Kami masih berharap dapat merengkuh lebih banyak orang lagi untuk saling menebar kebaikan dan menemberi kebermanfaatan.

 

 

Satu dari sekian banyak hal yang dapat dipelajari dari kisah para ibu kreatif di sini adalah bagaimana kita bersyukur atas segala ujian dan nikmat. Karena dari sana, kita, manusia akan merasakan keberkahan atas apa yang telah dan akan kita jalani

Jangan lupa membeli produk-produk buatan mama Tio dan ibu-ibu yang lainnya. Agar dapat membantu mereka memiliki tabungan pendidikan dan mencukupi kebutuhan yang lainnya 🙂

#BerkahRamadhan

#CheerfulRamadhan

#BuildOurBliss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *