Blog

3 Level dalam Memberi Bantuan

Saat pertama kali bersentuhan dengan dunia sosial, saya berpikir bahwa kegiatan sosial berarti melakukan baksos (bakti sosial). Kita datang ke sebuah desa, mengumpulkan penduduknya, lalu membagi-bagikan sembako atau kebutuhan-kebutuhan yang mereka butuhkan. Setelah itu? Ya pulang. Memangnya mau apa lagi? Kita berharap semoga pemberian kita bisa membantu mereka.

Namun, benarkah? Benarkah itu semua membantu mereka? Dalam jangka pendek mungkin iya. Tapi tidak dalam jangka panjang.

Secara jangka panjang, alih-alih terbantu, mereka akan mengalami ketergantungan dari bantuan barang dari kita. Oleh karena itu, saya berpikir -dan mungkin diamini oleh teman-teman lain, kegiatan sosial terdiri dari beberapa level.

Level pertama, jika kita baru masuk ke dunia sosial, lakukan saja hal-hal kecil kepada orang lain. Misalnya membantu orang menyeberang jalan, membantu membawakan barang orang, dan sejenisnya. Lakukan apa yang kita bisa, sekecil apapun, oleh diri kita sendiri, sekarang juga.

Level kedua, kita bisa menggalang bantuan dari teman-teman kita, atau siapapun yang mau membantu. Sasarannya tentu saja untuk mengumpulkan bantuan yang lebih besar demi kebutuhan yang lebih besar. Pengumpulan bantuan ini bisa dipraktekkan lewat crowdfunding maupun melakukan bakti sosial. Tipe pengumpulan bantuan seperti ini biasanya bisa menyelesaikan kebutuhan yang cukup besar untuk orang-orang yang membutuhkan. Crowdfunding maupun baksos, tergantung siapa yang mengerjakan, bisa mengumpulkan bantuan bahkan hingga milyaran rupiah dari masyarakat. Tentu ini bantuan yang sangat bermanfaat. Namun, untuk perbaikan jangka panjang, kita perlu naik ke level selanjutnya.

Level ketiga, adalah pemberdayaan. Pemberdayaan berbeda dengan karakteristik level sebelumnya. Jika crowdfunding atau baksos dilakukan untuk menyelesaikan satu proyek tertentu -misalnya membangun rumah atau masjid, fokus pemberdayaan adalah membangun sistem jangka panjang demi perbaikan hidup di sana-sini. Pemberdayaan tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu singkat. Oleh karena itu, mereka yang berhasil dalam pemberdayaan biasanya adalah mereka yang istiqomah.

Seandainya masih banyak keluarga yang belum memiliki penghasilan, pemberdayaan memiliki tujuan supaya keluarga-keluarga itu setidaknya memiliki penghasilan. Jika sebelumnya ada banyak keluarga yang tidak punya akses kesehatan, setidaknya mereka bisa berobat dengan gratis atau murah. Dan jika banyak anak sebelumnya tidak mengenyam pendidikan, pemberdayaan bertujuan agar mereka jadi masyarakat terdidik.

Pemberdayaan bertujuan supaya masyarakat yang sebelumnya tak berdaya menjadi berdaya, kuat, memiliki harga diri, dan mampu berdiri di kaki sendiri.

 

Itulah yang coba kami lakukan di Desa Quran. Ayo bantu kami dengan doa dan ikhtiar 🙂

Tim Desa Quran

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *