Campaign

Mimpi untuk Rumpin

Desa Kukuk Sumpung adalah sebuah desa di daerah Rumpin, Bogor. Letak desa ini ada di atas gunung. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Rumpin, kami berhadapan dengan sebuah desa yang begitu terpencil dan butuh banyak pengembangan.

Ada banyak yang harus dibenahi. Namun, dari mana memulainya? Mungkin beginilah Rumpin akan dibangun.

Pertama, kita akan memulainya lewat infrastruktur. Jalanan menuju Rumpin mayoritas masih berupa tanah merah yang licin. Jika naik motor, kami membutuhkan sekitar 30 menit, itu pun masih ditambah sesekali jatuh dari motor karena jalanan licin atau terlalu curam. Tanpa infrastruktur, pembangunan takkan berjalan.

Kedua, setelah infrastruktur dibangun, kami akan membuat WC umum di desa. Desa Kukuk Sumpung memiliki dua WC umum, tapi kondisinya sangat buruk. Banyak kotoran di mana-mana dan terbuka begitu saja sehingga laki-laki dan wanita bisa saling melihat.

Kegiatan di WC adalah kegiatan sehari-hari sehingga kami berpikir bahwa kebutuhan ini adalah kebutuhan darurat. Alhamdulilah saat ini pembangunan WC umum tengah berjalan dengan kolaborasi antara Desa Quran dengan Yayasan Hasanah Titik dan juga BNI Syariah.

Setelah itu, kami berpikir untuk menyelesaikan masalah WC pribadi yang ada di rumah penduduk masing-masing. Mayoritas warga tidak memiliki WC pribadi.

Pembangunan WC Umum

Ketiga, kesehatan penduduk Rumpin juga perlu dibenahi. Mereka hidup dengan lingkungan yang tidak sehat. Tidak ada saluran pembuangan, tidak ada tempat sampah, dan masih banyak hal tidak sehat lainnya. Sementara di sana banyak anak kecil dan balita. Rasanya kesehatan adalah soal mendesak untuk Desa Kukuk Sumpung.

Keempat, kami akan coba memberdayakan perekonomian desa tersebut. Mungkin ini belum terlalu akurat, tapi saat berkunjung ke sana, kami sempat bertanya berapa penghasilan penduduk. Ada yang menjawab bahwa mereka mungkin mendapat Rp500.000/bulan. Pemberdayaan ekonomi menjadi penting supaya taraf hidup mereka juga bertambah baik sedikit demi sedikit.

Kelima, kami berpikit tentang pendidikan, terutama anak-anak. Saat kami berkunjung ke sekolah Desa Kukuk Sumpung, kami melihat murid yang sangat sedikit -hanya hitungan jari. Itu juga sudah bercampur antara SD sampai SMP.

Ternyata, sebagian dari mereka memang hanya bersekolah sampai lulus SD saja. Hanya sedikit yang melanjutkan hingga SMP. Bahkan, sebagian lagi tidak lulus SD. Fenomena ini membuat munculnya lingkaran setan kemiskinan.

Namun, itu semua tidak dapat kami wujudkan dalam semalam. Perlu kerja keras dan kerja konsisten, serta bantuan dari rekan-rekan sekalian. Kami perlu bantuan.

 

Yuk wujudkan mimpi untuk Rumpin 🙂

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *