Blog, Produk

Desa Quran X Tenoenku X Agen Afrakids Jogja

ANTUSIAS SILATURAHIM

Sharing Marketing + Workshop Tenun

Satu tahun yg lalu, Desa Quran bertemu dg Tenoenku, sebuah komunitas yg bergerak untuk mengembangkan produksi tenun di Jogja, lebih tepatnya di Desa Sumber Arum, Moyudan, Sleman. Mereka membina komunitas tenun stagen, Pelangi Sejati. Kami saling bertukar cerita dan mimpi.

Mulai dari bagaimana membangun komunitas, bekerja sama dengan warga, menyalakan potensi-potensi diri warga untuk membangun lingkungan hidup mereka, hingga bagaimana caranya agar kami bisa saling membantu melangitkan mimpi-mimpi kami masing-masing.

Karya tenun yg dihasilkan dari desa tsb patut diapresiasi dan dikembangkan. Profesi ibu rumah tangga sekaligus penenun menjadi tantangan sendiri bagi penenun-penenun di sana.

Alhamdulillah kali ini Desa Quran, Tenoenku, Pelangi Sejati berkesempatan untuk bertemu Agen Afra wilayah Jogja. Saling bertukar ilmu, pengalaman, cerita dan wawasan.

Suasana serius tapi santai terasa saat Mbak Dita dan Mbak Nuryati, perwakilan Agen Jogja, menyampaikan berbagai macam hal mengenai marketing. Mulai dari beberapa poin dasar hingga memperagakan situasi saat menjual barang dagangan. Ditambah gaya santai dan gaul dari Mbak Atik, selaku pembawa acara yang membuat kami semakin melebur jadi satu.

Bu Retno, salah satu penenun tidak malu untuk memperagakan langsung materi strategi marketing yg baru disampaikan. Geraknya yg sedikit kikuk tp percaya diri tak jarang membuat kami tertawa.

Selesai sharing dari rekan Agen, kini berganti materi, yaitu proses menenun mulai dari ratusan helai benang hingga tersusun menjadi kain tenun cantik. Tentu tidak mudah. Bisa dibilang kami lebih banyak kagumnya ketimbang berani untuk praktek langsung menenun. Tapi, walau takut-takut salah dan rusak susunan benangnya, kami tetap mencoba dg bantuan dari Bu Jimah, penenun yg bertugas merumuskan susunan benang sebelum ditenun.

Proses penyusunan benang ini dinamakan proses nyekir. Sesuai pengalaman Bu Jimah, ia bisa menghabiskan waktu satu/dua hari paling lama untuk menyusun benang-benangnya sesuai dg pola yang diinginkan, tergantung dari tingkat sulit/tidaknya pola.

Saking serunya berkeliling desa untuk merasakan langsung proses pembuatan tenun, tak terasa sudah waktunya istirahat. Kami kembali ke rumah Bu Harsiah, bendahara Pelangi Sejati, untuk beristirahat dan menyantap makan siang.

Sampai di ujung acara, kami diberikan oleh-oleh dari ibu2 Pelangi Sejati berupa syal tenun. Bahagia sekali mendapatkan hasil karya cantik yang mereka buat. Sungguh, rasa syukur kami terus terpanjat sepanjang silaturahim kali ini.

Jogja kala itu bersuhu agak rendah. Namun canda, tawa dan bahagia bertemu dan saling belajar menghangatkan pikiran juga hati kami.

Terima kasih teman-teman Jogja. Antusias silaturahim kalian membuat kami ingin kembali ke titik 0 km dan menjelajahi seluruh kilometer-kilometer di dalamnya.

5 Agustus 2018,
Rumaishatul Ulya (panggil Umay aja. Boleh dg imbuhan mbak, kak, dek, sis. Jgn mas, om atau malah bapak. Sekian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *