Blog

Ibu Tamih yang inisiatif

Hari ini ketika kami mengadakan pelatihan rutin membuat anyaman dari majun, kami dikejutkan dengan salah satu ibu bernama Ibu Tamih yang berinisiatif membuat anyaman model baru dengan bahan yang kami berikan pada minggu lalu. Motif yang beliau buat hari ini sebenarnya motif yang ingin kami ajarkan pada pelatihan kali ini. hehehhee.. kreativitasnya membuat ibu-ibu lain menjadi terpacu untuk berkeasi dengan beragam jenis motif anyam.

Ibu Tamih adalah ibu yang paling mudah aku dan teman-teman ingat. karena ibu tersebut selalu tersenyum selama pelatihan.
“Itu loohh ibu yang senyum terus”

“Itu tuuhh yang sering senyum namanya ibu siapa yaa?
Begitulah kami mengenalnya.

Hari ini beliau mengisi pelatihan dengan menjelaskan kepada ibu-ibu yang lain dan kami tentang cara pembuatan anyaman yang beliau buat. Awalnya malu-malu “Mbanya aja yang jelasin saya ga bisa mba.” tapi akhirnya berkat permintaan ibu-ibu yang lain beliau bisa menjelaskan proses pembuatannya.

Yang ada dibenak saya ketika selesai pelatihan hari ini adalah bagaimana dengan anaknya dan keluarganya dirumah. Untuk majun saja beliau menyempatkan sedikit waktunya. bagaimana dengan keluarganya.

Umi pun bercerita bahwa anaknya di rumah tahfidz juga sudah menghafal 15 juz. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Apalagi dari sesosok ibu yang memang menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendidik anak dirumah. Peran seorang ibu sangat besar didalamnya. Hal tersebut membuat saya harus selalu mengingat, apalagi saya seorang wanita yang esok atau nanti akan menjadi seorang istri ataupun seorang ibu yang akan mendidik anak dan mengurus keluarga.

Rasa penasaran saya untuk menyanyakan lebih lanjut tentang beliau dengan anaknya semoga dapat terjawab di minggu depan. mohon doanya ya semua.

Mella
Tim Desa Quran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *