Blog

Ibu Tasmiah, Salah Satu Ibu Pengolah Majun di Desa Quran

Beliau adalah salah satu ibu yang mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Quran Rawakalong. Aktifitas yang saat ini sedang dilakukan adalah menganyam limbah kaos Arakids yang disebut dengan majun. Ibu Tasminah mengaku senang sekali dengan adanya kegiatan menganyam majun tersebut. Karna, selain dia mendapatkan penghasilan dari kegiatan ini, Bu Tasminah juga mendapatkan banyak ilmu baru dan pengalaman baru.

Ibu Tasminah mengaku dia belum pernah belajar sama sekali mengenai anyam-anyaman, ini adalah hal yang sangat baru baginya.

Meskipun demikian, beliau adalah salah satu anggota dari ibu-ibu Desa Quran yang sering mengejutkan kami sebagai tim Desa Quran. Ia sering sekali menghadirkan motif-motif baru yang belum pernah kami ajarkan sebelumnya. Namun, ketika ditanya apakah ibu Tasminah adalah orang yang suka mengulik hal-hal baru atau bukan, beliau menjawab bukan. Dan beliau mengaku bahwa motif-motif baru yang beliau buat itu berasal dari ketidak sengajaan. Terkadang karena beliau lupa pada pola anyaman yang diajarkan sebelumnya sehingga hasilnya malah berbeda. Namun ternyata malah melahirkan motif baru.

 

Padanan warna yang ia pilih pun terlihat bagus dan match, tidak asal-asalan. Dan ketika ditanya. ”Rahasianya apa?” beliau justru menjawab pemilihan warnanya lah yang paling sulit, apalagi beliau bukan orang yang pernah belajar soal padu padan warna. Jadi sebelum beliau mulai menganyam, beliau akan medekatkan kain berwarna satu dengan kain berwarna lainnya. Apakah dua kain yan sedang ia sandingkan itu cocok atau tidak. Dia akan mengganti dengan warna lain jika feeling-nya berkata itu tidak cocok. Dan dia akan mulai menganyam jika sudah mendapatkan warna yang cocok menurut dirinya. Bahkan terkadang ketika sudah di anyam namun beliau merasa tidak bagus atau tidak cocok, maka akan ia bongkar lagi anyaman tersebut sampai menemukan warna yang cocok. MasyaAllah luar biasa totalitas beliau dalam berkarya.

Awalnya saat bu Tasminah mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, ia sempat di protes oleh suami dan anaknya. karna bu Tasminah kalau sudah mengerjakan sesuatu akan sangat fokus dan lupa untuk melakukan hal lain. Bahkan untuk makan saja ia lupa. Pernah ia sampai sakit karna lupa makan keasyikan menganyam majun. Sehingga memancing kemarahan suaminya sampai-sampai anyamannya di lempar ke atas lemari. Namun sekarang anak dan suaminya sudah bisa mengerti dan mengizinkan bu Tasminah melanjutkan menganyam asalkan bu Tasminah tidak lupa makan, dah harus selalu menjaga kesehatan.

Masya Allah banyak pelajaran berharga dari bu Tasminah juga keluarganya yang bisa kita ambil. Tentang totalitas berkarya, tentang perhatian keluarga terhadap kita, dan pelajaran bahwa setiap orang memiliki potensi dalam menciptakan sebuah karya yang baik tergantung pada bagaimana kita mau berusaha dan serius mengerjakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *