Blog

Ikhtiar Sunyi Membangun Asrama Putri

Saat ini begitu riuh suasana pasca pilgub DKI Jakarta, terutama di dunia maya. Kitapun dijejerkan banyak komentar dari si A, B, C dan lainnya. Ada yang berpendapat kubu lawan tidak Pro-NKRI, ada pula yang berpendapat kubu lain minim toleransi. Ada pula yang menyebut-nyebut agama sebagai biang keladi.

Tak sedikit juga yang saling _unfriend_ sampai harus dipublikasikan ke khalayak ramai. Ada juga yang melakukan bom tag, mengetag kawan-kawannya yang sepemikiran, hingga kalau kita intip isinya ramai-ramai saling menjelekkan dan menjatuhkan.

Elok-kah hal tersebut bila dipandang dengan mata hati, kawanku?

Elok-kah bila sesama saudara Muslim saling perang pendapat tanpa kesabaran? Berdebat tiada ujung? Sungguh merugi dan tiada manfaat..

Lalu, hendak dibawa kemanakah hati dan diri kita dalam persoalan ini?

Adakah diri dan hati kita lebih baik dari mereka yang kita jelekkan?

Kami jadi ingat cuitan Mas Naryo yang Ia tulis di laman Facebook pribadinya.

“Merawat NKRI salah satunya dengan membuka diri kita untuk melayani masyarakat. Terutama mereka yg dimiskinkan oleh kekuasaan agar tak tumbuh jadi generasi pendendam dan punya wawasan jadi bagian dari tulang punggung kebangsaan.”

Iapun melanjutkan, “Contohnya ikhtiar kecil kita yg tertatih-tatih, kita (re: Agen Afrakids dan Bangnana Chips) bersama-sama di tahun ini sudah membangun Asrama Tahfidz Putri untuk anak-anak Indonesia. Sembari mereka tinggal di dalamnya, kita berikhtiar mendidik dan menjadikan mereka generasi perubahan. Itu bentuk ikhtiar kita dalam merawat NKRI.”

“Alhamdulillah hari ini tepat satu tahun Asrama Tahfidz Putri Rawakalong didirikan. Tinggal kita ramai-ramai berjuang menyiapkan tempat tidur dan perlengkapan lainnya untuk mereka.”

Kawan Desa Quran yang luar biasa..

Siapkah kita meramaikan jagat _social media_ kita dengan hal-hal yang positif?

Meramaikannya dengan kegiatan yang penuh manfaat membangun ummat?

Siapkah kita melayani masyarakat dengan penuh kesadaran?

Kesadaran untuk saling merangkul, kesadaran untuk saling menasehati dengan baik, kesadaran untuk mengurangi hal-hal yang memperuncing perbedaan, dan kesadaran bahwa untuk maju kita harus saling menguatkan.

Bahwa untuk maju kita harus saling mempererat persaudaraan.

Menggapai syurga itu bukan sendirian, bro!

Mari kita satukan kekuatan. Kekuatan sebagai sesama muslim yang sedang membangun peradaban dengan kekuatan iman,

_Meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan._

Siapkah kita?

 

Desa Quran

#MerawatGenerasi

#BuildOurBliss

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *