Blog

VISIT DESA QURAN : Belajar Kemanusiaan

Oleh : Novita Juanda

Alhamdulillah.. Ahad 17 April 2016 berkesempatan mengunjungi Desa Quran. Desa Quran merupakan Program Community Development Afrakids bekerja sama dengan Masyarakat Rawakalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Visit Desa Quran dimulai dengan lomba memasak para Agen Afrakids dengan Ibu2 di Desa Quran, belajar memanah, dan diakhiri dengan tausyiah tentang kemanusiaan dari Mas Sunaryo Adhiatmoko (Aktivis Kemanusiaan).

SEBERAPA JAUH?

Bukan sekedar visit, pada visit kali ini kami belajar tentang kemanusiaan. Kemanusiaan berasal dari kata manusia, kita adalah manusia, maka kemanusiaan harusnya begitu dekat dengan kita. Namun pertemuan itu menyadarkan kami bahwa sesungguhnya sebagai manusia kami masih sangat jauh dari kemanusiaan. Sejauh apakah itu?

.
Konon Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah. Di mana ia bisa menemukan-Nya. Lalu Allah menjawab: “Temukan Aku di tengah orang yang hancur hatinya.” Karena itulah Allah menyuruh kita untuk memberi makan orang yatim, miskin, dan yang tertawan hidupnya. Bahkan dinilai sebagai pendusta agama jika tidak menyantuni mereka. [QS 2:177, 90:14-16, 93:9-10, 107:3]. Hal ini mungkin yang melatarbelakangi kenapa Bung Karno menyatakan “Tuhan bersemayam digubugnya si Miskin”.

Membantu orang miskin itu mudah, yang sulit adalah membantu dengan tetap menjaga harga diri dan martabat kemanusiaan si Miskin. Serta, membantu dengan program yang tepat, yang dapat meningkat values si Miskin. Membantu dengan tanpa merendahkan harga diri si Miskin dan membantu dengan program yang tepat, membutuhkan koneksi kekuatan panca indera dan hati. Aktivis kemanusiaan butuh langsung terjun ke masyarakat dan merasakan kondisi real mereka. Koneksi panca indera dan hati yang langsung merasakan penderitaan si Miskin, membuat kita dapat merumuskan program yang memang dibutuhkan oleh mereka.
.
Bahaslah orang miskin bersama si Miskin, jangan bahas orang miskin dibelakang meja atau hotel-hotel mewah ibu kota. Beritakan values / semangat perjuangan si Miskin, bukan kemiskinan dan ketidakmampuan si Miskin, karena si Miskin punya harga diri. Hargailah harga dirinya, dengan membantunya bangkit dari kemiskinan dengan cara terbaik dan bermartabat, bukan dengan cara menjual kemiskinannya.
.
Sejauh apakah kita sebagai manusia dengan kemanusiaan? Setiap kita punya jawaban masing-masing. Sejauh apapun itu, mulailah mendekat, dan temukan alasan kenapa kita dilahirkan sebagai manusia.

—-

Terima kasih Desa Quran yg sudah mengadakan kegiatan penyegaran keren ini. Semoga semakin menguatkan values Care and Share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *